Rabu, 26 Juni 2013

Tugas Softkill 3 Bahasa Indonesia 2

Nama : 1. Dewi Purwasih Sofia
                2. Fauziah Tri Utami
                3. Olga Windi Mahardika
Kelas : 3KA02

Tugas Sofskill 3

1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Jawab :

Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif).  Sebagai sarana komunikasi, Dimana dapat dijelaskan bahwa komunikasi bahasa ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan fungsi komunikasi pada bahasa asing.

Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
a. untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b. untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah- indahnya  guna pemuasan rasa estetis manusia.
c. sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
d.  kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis). Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama,mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau, menghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.


2. Sebutkan tiga contoh alat komunikasi sosial yang bukan bahasa, dan jelaskan fungsinya!

Jawab:


a)  Bunyi Tong-tong berfungsi member tanda bahaya.



b)  Adanya asap berfungsi menunjukkan bahaya kebakaran.

c) Bedug berfungsi untuk tanda segera melakukan sholat




3. Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu definisi nominal, formal, operasional, dan luas. Jelaskan ke 4 jenis definisi tersebut dan tuangkan jawabannya dalam sebuah teks dengan topik Teknologi Informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas!

Jawab :

1. Definisi Nominal : Definisi nominal berupa pengertian singkat. Definisi pada jenis definisi ini ada tiga macam yaitu :

·  Sinonim atau padanan, contohnya : Manusia ialah orang, perempuan ialah wanita.
·  Terjemahan dari bahasa lain, contohnya : Kinerja ialah Performance, Pengembang ialah Developer.
·  Asal usul sebuah kata, contohnya : Psikologi berasal dari kata psyche berarti jiwa, dan logos berarti ilmu, psikologi adalah ilmu jiwa.

2. Definisi Formal : Definisi formal disebut juga definisi terminologis, yaitu definisi yang disusun berdasarkan logika formal yang terdiri tiga unsur. Struktur definisi ini berupa kelas, genus, dan pembeda (differensiasi). Ketiga unsur tersebut harus tampak dalam defiens. Struktur formal diawali dengan klarifikasi, diikuti dengan menentukan kata yang akan dijadikan definiendum, dilanjutkan dengan menyebutkan genus, dan diakhiri dengan menyebutkan kata-kata atau deskripsi pembeda. Pembeda harus lengkap dan menyeluruh sehingga benar-benar menunjukkan pengertian yang sangat khas dan membedakan pengertian dari kelas yang lain.


Contoh : Mahasiswa adalah Pelajar di Perguruan Tinggi

3. Definisi Operasional : Definisi Operasional adalah batasan pengertian yang dijadikan pedoman untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, misalnya penelitian. Oleh Karena itu, definisi ini disebut juga definisi kerja karena dijadikan pedoman untuk melaksanakan suatu penelitian atau pekerjaan tertentu. Definisi ini disebut juga definisi subjektif karena disusun berdasarkan keinginan orang yang melakukan pekerjaan.

Contoh :
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui pengaruh indeks prestasi kumulatif terhadap kecerdasan Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Angkatan 2010.
Prestasi Mahasiswa adalah indeks prestasi kumulatif yang diperoleh sejak awal kuliah sampai akhir perkuliahan

4. Definisi Luas : Definisi luas adalah Batasan pengertian yang sekurang-kurangnya terdiri atas satu paragraf. Definisi ini hanya berisi suatu gagasan yang terdifinisikan. 
Contoh :
•    Hasil belajar mahasiswa ialah indeks prestasi yang dicapai pada akhir semester.
•    Kecepatan membaca ialah rata-rata jumlah kata yang dapat dibaca dalam satu menit.




4. Bacalah surat kabar dan majalah. Cari dan temukan paragraf argumentasi yang deduktif dan induktif!

Jawab :

· Berikut kalimat argumentasi bersifat Deduktif :

“ Sebuah pesawat jenis angkut jenis Dornier 328 milik militer Amerika Serikat mendarat tanpa izin di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Pesawat dengan nama Magma 01 itu diketahui sedang dalam sebuah misi penerbangan dari Colombo menuju Singapura dan memasuki wilayah udara Indonesia tanpa permisi, Senin 20 Mei lalu, pukul 14.30 WIB.”

· Berikut kalimat argumentasi bersifat Induktif :


“ Menurut Dia, sulit dipercaya jika pilot Amerika melakukan penerbangan tanpa tujuan jelas. Penerbangan pesawat itu bahkan tidak diketahui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Atase Pers Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Troy Pederson, mengaku tidak mengetahui tentang pendaratan peswat tersebut. “Tidak ada informasi maupun komunikasi dengan pihak militer Amerika, “ kata Nuning.”


5. Cari dan temukan paragraf atau wacana campuran : deskripsi, narasi, argumentasi, baik yang deduktif maupun yang induktif?

Jawab :

1.  Deskripsi

Kami duduk di bangku yang berada di bawah pohon beringin rimbun menghijau yang akar-akarnya sudah menjuntai ke tanah menandakan usianya sudah tua. Nyaman sekali kami duduk-duduk di sana ketika matahari terik bulan Mei menerpa. Semilir angin yang membawa keharuman humus membelai-belai rambut dan kulit kami sehinggaenyahlah kepenatan .

2.  Narasi

Biasanya orang singgah ke restoran ingin mencari makanan enak, mereka ingin mengenyangkan perut yang lapar dengan menyantap hidangan yang tersedia.
Namun demikian, pengunjung sekarang mulai datang ke restoran dengan tujuan lebih variatif. Mereka ke restoran tak lagi sekedar mengenyangkan perut tapi juga berusaha “mengenyangkan” mata.
Di tengah hiruk pikuk bisnis restoran, ada sebagian orang yang menjadikan pergi ke tempat makan sebagai gaya hidup. Para pebisnis makanan pun rupanya jeli dengan adanya kalangan tertentu ini.
Pengusaha restorans tak lagi sekedar menyediakan menu makanan enak bagi pengunjung. Akan tetapi menyediakan fasilitas lain seperti arena untuk bernyanyi, panggung hiburan yang menampilkan acara live music. Hingga menggelar program-program acara tertentu yang diadakan sewaktu-waktu untuk menghibur pengunjung.
Dengan adanya inovasi tadi maka jumlah pengunjung pun dapat terdongkrak. Sehingga roda usaha bisnis restoran terus bergerak.



3. Argumentasi

Maraknya aliran sesat hendaknya membuat kita waspada untuk membentengi diri dengan pemahaman akidah tauhid yang benar. Inti tauhid tidak terlepas dari dua dimensi keimanan: meyakini tiada tuhan selain Allah Swt dan mengikrarkan diri bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.
Keyakinan terhadap keesaan Allah bukan sekadar mengakui Allah sebagai pencipta langit, bumi, dan seisinya. Tergambar dalam firman-Nya, "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, 'Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?' Tentu mereka akan menjawab, 'Allah.' Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)," (QS Al-Ankabut,29: 61). Sumber : Republika: Jumat, 16 November 2007,

Sumber :



Tugas Softkill 1 Bahasa Indonesia 2

Persepsi Bunyi Choo’on Dalam Kosakata Terhadap Mahasiswa Tingkat IV
Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau Tahun Ajaran 2011/2012

1. Pendahuluan

Banyak hal menarik yang kita temui dalam mempelajari bahasa Jepang. Bentuk huruf yang beraneka ragam, cara penulisannya, perubahan bentuk kata kerja, cara pengucapan, dan mengenal tingkatan bahasa yang harus diperhatikan dalam percakapan dengan orang yang berbeda tingkatan ataupun sejajar tingkatannya.
  Salah satunya adalah bunyi bahasa. Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang kaya dengan huruf, tetapi miskin dengan bunyi. Bahasa Jepang juga membedakan pengucapan panjang pendeknya vokal dan fakta ini tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia (Dedi Sutedi, 2003:7). Bahasa Indonesia tidak mempersalahkan tempo pengucapan vokalnya. Akan tetapi, bahasa Jepang tidaklah demikian.

  Bahasa Jepang memiliki pasangan vokal panjang (dalam penelitian ini akan memakai istilah choo’on) dan vokal pendek (tan’on). Tan’on terdiri dari vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, sedangkan choo’on terdiri dari vokal /a:4/, /i:/, /u:/, /e:/ /o:/. Vokal-vokal panjang bahasa Jepang [+tempo panjang] diintrpretasikan sebagai satuan bunyi yang menempel pada bunyi vokal pendek dan dilambangkan dilambangkan dengan tanda [R] (Hakutaro dalam Tjandra, 2004:32). Sedangkan Menurut Iwabuchi dalam Dahidi dan Sudjianto (2007:48) dalam bentuk tulisan dalam kajian fonologi, bunyi choo’on sering dilambangkan dengan tanda [:] tetapi kadang-kadang dilambangkan dengan tanda [R]. Tidak ada ketentuan pasti mengenai panjang choo’on, panjang pendek bunyi choo’on tergantung pada kecepatan berbicara.

Terkait dengan bunyi choo’on, menurut para ahli fonetik Jepang, Amanuma, Ootsubo, dan Mizutani dalam Tjandra (2004:34) data fonetik memperlihatkan bahwa tan’on bertempo pengucapan satu haku5dan choo’on merupakan satu kebulatan yang ditengah-tengahnya tidak ada pernah ada pause (berhenti sebantar). Jadi dapat disimpulkan untuk bunyi yang dianggap choo’on bertempo kira-kira dua haku (Amanuma dkk dalam Tjandra, 2004: 33).
  Choo’on seringkali diabaikan dan dianggap tidak penting dalam pembelajaran bahasa Jepang. Padahal dalam bahasa Jepang, kosakata yang mengandung choo’on dan kosakata yang tidak mengandung choo’on memiliki arti yang sama sekali berbeda. Contohnya pada kata obasan yang artinya bibi diucapkan dengan vokal pendek [a] dan kata obaasan yang artinya ibu diucapkan dengan vokal panjang [a:]. Telinga orang Indonesia yang mendengar kedua vokal itu sulit untuk mempersepsikannya karena dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan pembedaan panjang pendeknya vokal. Tetapi, pada kedua kata bahasa Jepang di atas, ternyata ciri tempo pengucapan yang secara fisik menjadi vokal yang diucapkan relatif pendek dan vokal yang diucapkan relatif panjang adalah berbeda sekali. Dengan kata lain, dalam bahasa Jepang, panjang pendeknya vokal membawa akibat kepada perbedaan makna atau benda acuan (Tjandra, 2004:66).

2. Metodologi penelitian

Dalam penelitian ini penulis data tes sebagai instrumen penelitian. Jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda. Penulis mengumpulkan data choo’on yang terdapat di dalam buku Minna no Nihongo I, Minna No Nihongo II dan Kana Nyumon. Buku ini dipilih karena merupakan buku dasar untuk mempelajari bahasa Jepang serta di dalamnya terdapat banyak kosakata. Data choo’on yang telah terkumpul di klasifikasikan berdasarkan letaknya, yaitu di awal, di tengah, di akhir, diawal dan di akhir kata. Kemudian penulis menseleksinya menjadi 45 buah kosakata. Kosakata tersebut dibaca oleh native speaker kemudian penulis merekamnya dengan menggunakan handphone bertujuan agar suara rekaman tersebut berformat wave sehingga memudahkan menganalisisnya kedalam program praat. Tes yang dilakukan adalah mendengarkan bunyi choo’on dalam bentuk kata.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan tes sebagai data penelitian. Data tes diambil dengan cara meminta responden untuk mendengarkan kosakata dengan menggunakan alat pemutar suara (laptop) yang didukung oleh pengeras suara (speaker). Responden kemudian mengerjakan tes tertulis yang terdiri dari dua pilihan, kosakata yang merupakan choo’on dan 4yang tidak. Responden diharuskan memilih kosakata dengan cara menceklis didalam kotak yang telah disediakan jika dianggap sebagai bunyi choo’on tanpa memperhatikan makna kosakata dengan alokasi waktu selama 10 menit.
  Semua data yang terkumpul diolah dengan menggunakan alat bantu komputer program praat. Alat ini dapat secara mudah melakukan pengukuran intensitas, durasi, dan frekuensi. Dalam pengolahan data dibuat tahap-tahapannya, yang pertama adalah tahap digitalisasi. Data dibacakan oleh native speaker dan direkam dengan handphone. Kemudian dilakukan pengrekaman ulang dengan program praat. Selanjutnya tahap segmentasi data, yaitu data yang telah direkam dipisah kedalam segmen bunyi. 

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal kata, 95% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata どうろ(douro) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 5% responden salah dalam menjawab soal ini. Persentase tersebut menggambarkan kemampuan responden dalam mempersepsikan bunyi choo’on pada soal ini baik sekali.

2. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Tengah Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di tengah kata, 90% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata ちょうきん(choukin) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 10% responden salah dalam menjawab soal ini. Persentase tersebut
  menggambarkan kemampuan responden dalam mempersepsikan bunyi choo’on pada soal ini baik sekali.

3. Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Akhir Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di akhir kata, 86% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata ふとう(futou) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 14% responden salah dalam menjawab soal ini. Persentase tersebut menggambarkan kemampuan responden dalam mempersepsikan bunyi choo’on pada soal ini baik sekali.

4.  Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal Dan Tengah Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal dan tengah kata, 86% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata れいぞうこ(reizouko) merupakan sebuah choo’on, sedangkan 14% responden salah dalam menjawab soal ini. Persentase tersebut menggambarkan kemampuan responden dalam mempersepsikan bunyi choo’on pada soal ini baik sekali.

5.  Bunyi Choo’on Yang Terletak Di Awal dan Akhir Kata

Untuk bunyi choo’on yang terletak di awal dan akhir kata, 86% responden mempersepsikan dengan benar bahwa kosakata とうけい (toukee) merupakan sebuah bunyi choo’on, sedangkan 14% responden salah dalam menjawab soal ini. Persentase tersebut menggambarkan kemampuan responden dalam mempersepsikan bunyi choo’on pada soal ini baik sekali.

4. Kesimpulan
Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh setelah penelitian ini, maka penulis merekomendasikan saran sebagai berikut: kepada pengajar, dalam perkuliahan agar membahas materi choo’on lebih mendalam. Hal ini dirasa perlu agar mahasiswa terbiasa dengan bunyi (choo’on) dan bunyi (tan’on) sehingga meminimalkan kesalahan ketika berkomunikasi dalam bahasa Jepang terutama ketika berbicara dengan orang Jepang.Kepada pembelajar, mengenai bunyi (choo’on) dan bunyi (tan’on) terdapat banyak kesalahan terutama dalam hal mempersepsikannya, diharapkan agar lebih meningkatkan latihan-latihan 7dalam mendengarkan bunyi (choo’on) dan bunyi (tan’on) serta memahami artinya dengan baikagar tidak melakukan kesalahan dalam mempersepsikan bunyi.



Tugas Softkill 2 Bahasa Indonesia 2

Nama : 1. Dewi Purwasih Sofia
                2. Fauziah Tri Utami
                3. Olga Windi Mahardika
Kelas : 3KA02

Tugas Sofskill 2 Kalimat efektif

1.       Baca literatur tentang kalimat efektif dan kesejajaran kata dalam kalimat (literatur bebas dan harus dicantumkan dalam daftar referensi). Cari data melalui majalah dan surat kabar masing-masing sebanyak 5 kalimat. Pilih kalimat yang tidak memperhatikan unsure kesejajaran bentuk kata dalam sebuah kalimat! Ubahlah kalimat tersebut sehingga menjadi kalimat efektif dengan memperhatikan kesejajaran bentuk kata-katanya.

a.       Kesejajaran makna
-          Contoh : menggunakan fasilitas didalam resor pun tak kalah cantiknya dengan laut. (margo magazine)
-          Kalimat efektif : mengunakan fasilitas yang ada didalam resor tidak kalah cantik dengan laut.
-          Contoh : jerawat timbul akibat pola makan yang tak teratur serta perubahan hormon yang terjadi didalam tubuh. (margo magazine)
-          Kalimat efektif : jerawat timbul akibat pola makan yang tidak teratur serta pada perubahan hormon yang terjadi didalam tubuh.

b.      Kesejajaran Bentuk
-          Contoh : Putusan itu sekaligus membuktikan MA masih konsisten menerapkan pemidanaan mati untuk pengedar atau penjual narkoba. (Koran kompas)
-          Kalimat efektif : Putusan itu dibuktikan MA masih konsisten diterapkan pemidanaan mati untuk pengedar atau penjual narkoba.
-          Contoh : lebih lanjut johan mengungkapkan,pemberkasaan juga tergantung dari kebutuhan penyidik akan pemeriksaan saksi-saksi. (Koran kompas)
-          Kalimat efektif : diungkapkan johan lebih lanjutn pemberkasaan juga tergabtung dari kebutuhan penyidik akan diperiksa saksi-saksi.

c.       Kesejajaran Bentuk dan Makna
-          Contoh : “Penyidikan itu,kan,tidak berarti harus tersangka duluan yang diperiksa.kalau tersangka belum diperiksa,bukan berarti kasusnya didiamkan” ujar kata johan. (Koran kompas)

Agar efektif, kalimat tersebut harus dikembalikan pada gagasan semula, yang terungkap dalam beberapa kalimat berikut.

-          Kalimat efektif :
o   penyidikan ini tidak harus tersangka duluan yang harus diperiksa
o   penyidikan ini harus mengikuti proses yang sudah ditentukan
o   maka kalau tersangka belum diperiksa bukan berarti kasusnya didiamkan.

2.       Kalimat yang terdapat kalimat waktu dan tempat .
a.       Panen udang terakhir berlangsung pada Jumat (12/4) di DeSA Sukajaya,Kecamatan Pontang. (Koran kompas)
b.      Berbagai merek dan mobel mobil bekas ditawarkan kepada pengunjung di pasar besar mobil dan sepeda motor bekas di Parkir atIMUR Senayan, Jakarta,Jumat (19/4). (Koran kompas)
c.       Direktorat jenderal pajak kementerian Oktoria Hendrardji di Media Center Kantor Ditjen Pajak,Jakarta,Jumat (19/4). (Koran kompas)


3.       3 kalimat yang menunjukkan urutan peristiwa yang logis, dan 3 kalimat yang menunjukkan penegasan dengan cara mengulang kata yang dianggap penting.

·         Kalimat urutan peristiwa logis
A.      Wakil Presiden Boediono memgatakan, PT pertamnia seharusnya menyediakan bahan bakar minyak nonsubsidi hingga ke daerah pelosok, adapun perbedaan dengan BBM bersubsidi yang pasokannya terbatas ,BBM nonsubsidi tidak memiliki batasa kuota sehingga beberapa pun permintaan masyarakat harus dapat dipenuhi. (Koran kompas)
B.      Ketua DPP REI Setyo Maharso, saat dihubungi di Batam,Kepulauan Riau,Jumat (19/4), mengemukakan, sekitar 60% dari masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan KPR bersubsidi bekerja di sector informal. (Koran kompas)
C.      Ribuan penumpang bus antarkota dalam provinsi Puspa Indah jurusan Malang-Kediri, Malang-Jombang, dan Malang-Tuban Jumat (19/4), terlantar berjam-jam diterminal Landungsari , kabupaten Malang, Jawa timur. (Koran kompas)

4.       Carilah 5 kalimat yang di dalamnya terdapat pengulangan subjek kalimat yang tidak diperlukan.
a.       Andi datang membawa lauk pauk , lalu Andi meletakannya di atas meja makan (majalah anak bobo)
b.      Dia mengambil surat itu dengan ragu, Dia berpikir apakah dia akan membacannya atau tidak. Karena mata Dia mengamati amplop yang tak beralamat pengirimnya. (majalah anak bobo)
c.       Kami berusaha memahami apa yang terjadi di satu sektor industri, kami harus membuat regulasi yang tidak mendistorsi ekonomi. (Koran kompas)
d.      Kami mulai paham karakter masing-masing,kami saling melengkap. (Koran kompas)
e.      Dia biasanya jarang main,lebih suka menonton televisi, pada hari kamis pukul 20.00 Dia masih kelihatan menonton televisi. (majalah XY-Kids)
5.       Cari kalimat-kalimat dengan variasi pembukaan:
ü  Frase keterangan tempat
Contoh : Rio Harianto berada di posisi 25 pada sesi kualifikasi putaran kedua GP2 seri Bahrain Di Sakhir Internasional Circuit,Bahrain. (Koran kompas)
ü  Frase keterangan waktu
Contoh : Kemarin Circuit Sakhir tiba-tiba diguyur hujan singkat pada siang hari. (Koran kompas)
ü  Frase keterangan cara
Contoh : Setelah sukses membalas kekalahaan terdahulu, Fran/Sendy akan berhadapan Dengan ganda korea selatan. (Koran kompas)
ü  Frase verbum
Contoh : Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru.
ü  Partikel penghubung

Contoh : Semua usaha sudah ia lakukan, tetapi hasil yang ia dapat belum memuaskan. 

Sabtu, 24 November 2012

Kutipan


Kutipan adalah sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Tujuan:
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. 
Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.
Jenis Kutipan
a. Kutipan langsung:
Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )
    Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
c. Kutipan pada catatan kaki
d. Kutipan atas ucapan lisan
e. Kutipan dalam kutipan
f. Kutipan langsung pada materi

Sumber :

Konvensi Naskah


         Konvensi naskah karya ilmiah adalah peraturan atau aturan yangtelah disepakati bersama oleh suatu lembaga tertentu atau beberapalembaga yang menyangkut seperangkat cara dan bahan yang digunakandalam penulisan karya ilmiah, misalnya, laporan penelitian, skripsi, tesis,dll.
Pada prinsipnya, setiap lembaga atau beberapa instansimemiliki konvensi karya ilmiah yang sama
Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea.
         Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik. Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara formal, semi-formal, dan non-formal. Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semi-formal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-syarat formalnya.
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.
Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.
Sumber :

Topik , Tema & Judul



  • TOPIK

         Pengertian topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
Cara Membatasi Topik :
1.Tetapkanlah topik  yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2.Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4.Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.


Syarat sebuah topik :

1.  Topik yang dipilih harus menarik perhatian,

2. Dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca,

3. Topik yang dipilih harus mempunyai sumber acuan yang jelas atau real, dll

  • TEMA

             Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu.
  • Syarat Tema yang Baik
1. Tema menarik perhatian penulis.
Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.
2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.
Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.
Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.
Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.
  • JUDUL
            Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.
Syarat-syarat pembuatan judul :
1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.
3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

  • Judul terbagi menjadi dua,yaitu :

  1. Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.
      2. Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.


Sumber :